LANGIT7.ID, Jakarta - Pembiayaan
BCA Syariah diproyeksikan bakal meningkat sekitar 8-10 persen (yoy). Hal itu sejalan dengan proyeksi di akhir 2021, yaitu naik 7-9 persen (yoy).
Direktur BCA Syariah, Rickyadi Widjaja mengatakan, sektor yang paling banyak mendapatkan pembiayaan seperti komoditas kelapa sawit. Dalam hal ini pihaknya bekerja sama dengan petani plasma kebun sawit.
"Jadi masih on-track. Kami banyak kerja sama dengan petani plasma kebun sawit. Itu yang kami berikan di Q1-2022," kata Ricky di agenda virutal, Strengthening Sinergy and Mantaining Sustainable Growth, Senin (14/3/2022).
Baca Juga: Begini Cara BCA Syariah Turut Aktif dalam Pemulihan Ekonomi NasionalPembiayaan pada Q1-2022 itu, lanjut dia, merupakan lanjutan dari target akhir 2021. Selain sawit, pihaknya juga berfokus pada pembiayaan untuk sektor industri jasa transportasi.
"Kemudian, yang meningkat cukup baik ada di sektor industri jasa transportasi. Khususnya penyewaaan kendaraan, termasuk perkantoran maupun logistik," katanya.
Lebih lanjut, BCA Syariah juga merambah kepada sektor consumer melalui pembiayaan KPR iB untuk sektor perumahan dan KKB iB untuk kendaraan bermotor.
Ricky mengaku, pihaknya juga mendukung kebijakan pemerintah terkait pembiayaan untuk kembali menggairahkan bisnis UMKM di masa pandemi.
"Di masa pandemi, kami lebih selektif dalam memproses nasabah, dan mengutamakan pembiayaan prudent. Jadi prinsip kehati-hatian kami utamakan," ungkapnya.
Prinsip itu dilakukan, kata dia, demi mendukung nasabah yang betul-betul ingin mengembangkan usahanya.
"Jadi kami selektif apakah pembiayaan ini untuk ekspansi atau gali-tutup lubang. Tapi kami tetap mendukung pertumbuhan ekonomi dan mensupport nasabah. Hanya saja lebih hati-hati dan memberikan pembiayaan kepada nasabah yang memang prospek bisnisnya butuh pembiayaan," katanya.
(bal)